Jumat, 01 Februari 2019

Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di kota Magelang, provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Karena kemegahan dan keagungannya, candi yang dibangun pada abad ke-8 ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world heritage).


Asal Usul Candi Borobudur
Terdapat sejarah panjang dalam berdirinya candi Borobudur. Sampai saat ini tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapa yang membangun Borobudur dan apa tujuan membangun candi ini. Diperkirakan candi Borobudur dibangun pada tahun 800 Masehi. 

Perkiraan waktu pembangunan candi didasarkan pada perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang umumnya digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Candi borobudur dibangun pada masa kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah yang bertepatan antara kurun waktu 760 sampai 830 Masehi.
Proses pembangunan candi Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75  sampai 100 tahun lebih. Candi Borobudur baru benar-benar rampung 100% pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825 Masehi

Proses Pembangunan Candi Borobudur
Awal mula candi Borobudur adalah berupa rancangan stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. Karena stupa yang terlalu besar dan berat dianggap bisa membahayakan, maka kemudian stupa tersebut dibongkar dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang
Tahap pertama
Tahap pertama pembangunan candi Borobudur dilakukan dengan meletakkan fondai dasar candi. Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti dan diperkirakan dimulai pada tahun 750 Masehi. Borobudur dibangun di atas bukit alami, bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Borobudur terbuat dari batu andesit, tapi tidak seluruhnya.
Bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Awalnya Borobudur dibangun dengan tingkatan bersusun seperti rancangan piramida. Namun susunan tersebut diubah dan sebagai gantinya dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida yang diubah.
Tahap kedua
Pada tahap kedua pembangunan tidak banyak proses pembangunan dilakukan. Yang ada hanya dilakukan penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar. Di atasnya langsung dibangun sebuah stupa tunggal yang sangat besar.
Tahap ketiga
Pada tahap ketiga pembangunan terjadi perubahan rancangan bangunan. Undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar berada di bagian tengahnya.
Fondasi candi juga agak diperlebar dan kemudian dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Perubahan stupa besar dikarenakan stupa tersebut terlalu besar dan berat sehingga diganti tiga stupa kecil dan satu stupa induk.
Tahap keempat
Pada tahap keempat atau tahap terakhir pembangunan dilakukan sedikit perubahan kecil dan finishing. Perubahan kecil yang meliputi penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu serta pelebaran ujung kaki.
Setelah perubahan kecil selesai, maka candi Borobudur pun selesai dibangun. Pada akhirnya Candi Borobudur diperkirakan rampung secara total pada sekitar tahun 850 Masehi.

Candi Muara Takus

Alkisah zaman dahulu hiduplah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan dan pedagang di sepanjang Sungai Kampar yang berpusat di Minangga Kanwar (Muara Takus). Disini dimulailah pertualangan ninik mamak yang gagah berani menelusuri sungai Kanwar menuju Muaro Sako hingga Selat Melaka menggunakan perahu yang menjadi alat transportasi pada saat itu.


Setelah beberapa bulan melakukan perjalanan dagang ninik mamak Datuok nan batigo pun berniat hendak pulang ke Minangga Kanwar. Namun ditengah perjalanan Datuok nan batigo melihat seekor burung gaudo (burung garuda/elang) yang terbang dengan cepat sambil mencengkram seorang gadis muda yang cantik rupanya sambil berteriak minta tolong. Datuok nan batigo pun berpikiran kalau gadis itu akan dibawa ke sarang sang burung gaudo dan dijadikannya sebagai santapan makan siang. Datuok nan batigo itu adalah Dt. Rajo Dibalai ( Ahli Tabib – pengobatan ), Dt. Bandaro Tanjung ( Ahli Selam ), Dt. Sati Gunung Malelo (Ahli Memanah ). Setelah melihat kejadian itu, Datuok nan batiga baumbik (berunding) dan menyuruh Dt. Sati Gunung Malelo untuk mengarahkan anak panahnya ke kaki burung gaudo tersebut. Dengan secepat kilat anak panahpun menembuh kaki burung gaudo. Karena merasa kesakitan dan membuatnya susah terbang, langsung saja sang burung gaudo melepaskan gadis muda dari cengkramannya. Sang gadispun jatuh kelaut dan tenggelam, dengan cepat tanggap Dt. Bandaro Tanjung langsung melompat kedaerah tenggelamnya gadis dan menyelam untuk mencarinya. Dengan keahliannya dan niat tulus sang gadispun ditemukan dan dibawa langsung ke atas kapal. Diatas kapal sang gadis dalam keadaan sekarat dan belum sadarkan diri. Tanpa piker panjangpun Dt. Rajo Dibalai langsung menyelamatkan nyawa sang gadis dan membrinya obat-obat kampung yang manjur. Berkat kerjasama Datuok nan batigo, sang gadis selamat dan sehat seperti sedia kala.
Datuok nan batigo melanjutkan perjalanannya menuju kampung halaman Minangga Kanwar. Dalam perjalanan terjadi tegur sapa Datuok nan batigo dengan sang gadis yang hanya dijawab dengan gelengan dan sesekali tersenyum. Bahasa yang diucapkan sang gadis tidak dimegerti oleh Datuok nan batigo dan sebaliknya. Setelah berlayar cukup lama, sampailah Datuok nan batigo ke Minangga Kanwar dan membawa gadis turun dari perahu. Masyarakat banyak yang bingung dan bertanya asal keberadaan gadis. Datuok nan batigo membawanya ke balai dan menjelaskan peristiwa yang dia alami. Masyarakatppun mengerti  dn mengizinkannya tinggal sementara disini sampai ada keluarga sanak saudaranya mencari.
Selama tinggal di daerah itu, sang gadis hanya suka bernyanyi dan mengucapkan kata yang tidak dimengerti masyarakat dan akhirnya masyarakat pun terbiasa. Datuok nan tigo bersama pemuka adat lainnya merunding dan member usulan untuk menyebarkan berita melalui alat komunikasi saat itu sepeti menghanyutkan kertas dalam wadah seperti botol agar dapat dibaca oleh orang yang menemukan botol dan juga dengan cara menyebarkan berita kepada pelaut dan pedagang lainnya. Walaupun dengan cara ini tetapi berita sangat efektif untuk disampaikan hingga sampai ke negri luar sungai Kampar tersebut.
Sampailah berita ini ketelinga salah seorang Raja yang tinggal di India dimana selama ini tengah mencari putrinya yang hilang. Tanpa pikir panjang sang Raja dan pengikutnya pergi ke sungai Kampar dimana anaknya ditemukandenga persiapan yang matang. Tidak susah untuk menuju sungai kampat karena dari India cukup mengarahkan kapal kea rah timur dan sesampainya diselat malaka telusuri sungai yang besar disumatera dan mengikuti pedagang Kampar yang ada di India. Apalagi pada zaman itu cukup majunya teknologi pelayaran yang digunakan.
Sebelum itu sang Raja dan pasukannya dengan susah payah telah mencari putrinya baik melalui jalur laut menggunkan kapal atau perahu maupun melalui jalur darat menggunakan gajah di berbagai daerah. Namun setelah adanya informasi bahwa putrinya tersebut berada di Minangga Kanwar, seluruh pasukan baik pasukan berkendaraan gajah maupun pasukan dengan kapal laut seluruhnya dikerahkan menuju Minangga Kanwar.
Mendengar kedatanga rombonga Kerajaan India, Datuon nan batigo berunding atau musyawarahuntuk persiapan penyambutan. Setelah ditemukannya kesepakatan, maka dimulailah para ninik mamak berdiam di puak puak atau balai yang ada ditepian sungai Kampar untuk mempersiapkan penyambutan rombongan Kerajaan India tersebut. Setelah beberapa hari berdatanagnlah rombongan kecil menggunakan kapal laut agar dapat melakukan penyerangan dan  segera menyelamatkan putri karena mereka mengira kalau sang putri itu diculik. Tetapi sebelum sampai di Minangga Kampar yang berada tidak jauh untuk penyerangan melalu daratan, kapalpun disandarakan disebuah batu pada saat itu yang sekarang dinamkan dengan daerah Batu Bersurat yang berlokasi diBukit Kincung. Menurut masyarat disini ada seorang Datuok bergelar Dt. Simalancar berhasil berdiplomasi dan bersiasat dengan pasukan Kerajaan India sehingga penyerangan dapat dihentikandengan cara meletakkna daun jelatang dipinggiran sungai Kampar dan menyampaikan bahwa disini tidak ada kerajaan, yang ada hanya adat istiadat ninik mamak yang memiliki kesaktian masing-masing. Tetapi karena merka tidak sabar dan ingin segera menyelamatkan sang putri tidak lama setelah pasukan yang turun dari kapal dan menyerang melalui daratanpun kembali kekapal dengan cepat karena badan meerka gatal-gatal dan membengkak akibat daun jelatang. Akhirnya pimpinan rombongan kecil ini mengambil langkah untuk tidak menyerang pemukiman di Minangga Kanwar dan kembali kekapal. Barulah ninik mamak, pemangku adat, orang – orang tua beserta para bomo ( peselantar Bono Sungai Kampar) dan seluruh masyarakat Minangga Kanvar menyambut dengan gembira.
Raja Kerajaan Indiapun tiba di pemukiman Sungai Kampar tanpa melakukan pemberhentian di tepi sungai. dan terkesan atas sambutan mereka. Dalam penyambutan putripun hadir dan menambah perasaan tyerkesan mereka karena putri dirawat dengan baik dn dalam keadaan sehat. Malahan sekarang sang putridenggan meninggalkan Minangga Kanwar karena putri pun terkesan dan senang tinggal disini mala sang putri enggan untuk meninggalkan daerah Minangga Kanwar. Disini masyarakatnya memilki sopan santun yang tinggi dengan adt istiadat leluhurnya. Sambil menunggu kedatangan pasukan lainnya yang mempergunakan jalan darat memakai kendaraan gajah Oleh ninik mamak, kepada rombongan yang akan kembali ke India, dititipkanlah hasil – hasil bumi dan hutan Kampar untuk Raja India sebagai tali hubungan persahabatan. Karena kedatangan rombongan kerajaan India inilah terbukanya informasi ke dunia luar bahwa Negeri Kampar dan kepulauan Sumtera yang bernama Swarnadwipa waktu itu merupakan daerah yang subur dan memiliki beraneka ragam hasil bumi dan hutan. Kengganan sang putrid untuk kembali dan keinginannya untuk menetap masyarakat besimpati dan sang Rajapun akhirnya setuju dengan cara memberikan pengawalan yang ketat karena banyaknya pedagang yang datang. Dan banyaknya juda masyarakat luar negeri yang berdatangan dan menambahkan pengaman yang banyak lagi.
Agar suasana India ada juga disana, sang Raja inisiatif untuk membuatkan kompleks yang didalmnya berisi candi-candi untuk putrinya yang bernama Putri Indira Dunia untuk melakukan kegiatan keagamaan sesuai kepercayaan saat itu. Dari komplek inilah masyarakat adanya pengaruh buadaya hindu terhadap masyarakat Kampar. Masyarakat Kampar yang dikepalai oleh Datuk sebagai ninik mamak beserta Bomo, Batin, Dukun dan Pawang sebagai penghubung dengan roh – roh Nenek Moyang terdahulu. Dalam hal adat, Nenek Moyang sebagai penghulu dan pimpinan adat, sangat dihargai oleh perwakilan kerajaan India yang berada di Minangga Kanwar waktu itu. Ninik mamak beserta anak kemanakan hidup dengan mengumpulkan hasil alam serta mencari ikan disepanjang tepian sungai kampar. Ninik mamak dan masyarakatpun mulai berkembang dan berpindah keberbagai daerah dan mendikan pemukiman disana. Maka diangkatlah bebrapa pimpinan atau ninik mamak sesuai aturan adat yang berlaku aturan kepada masyarakat adatnya sehubungan dengan kegiatan mengumpulkan hasil alam serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. Hasil alam dipertukarkan didalam komplek candi untuk dijual dikeluar negeri. Karena Pihak kerajaan sangat menghargai tindakan ninik mamak disana karan telah menyelamatkan sang puteri. Dan berkembanglah Kerajaan Muara Takus dari timur barat utara selatan yang menjadikan sungai Kampar sebagai pusat perdagangan ketika itu. Hingga sekarang bukti Keberadaan Kerajaan Candi Muara Takus masih ada walaupun hanya sebagian kecil diaman ini dapat dijadukan bukti bahwa Diana pernah menajdi pusat Kerajaan dan Keagamaan yang besar sebelum mulai berpindah dan menyebarkan ke wilayah sumatera yang lain.

Bullying

Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalah gunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal ini mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik, atau paksaan dan dapat dilakukan berulang-ulang terhadap korban tertentu atas dasar kemampuan, gender, ras, agama dan lain sebagainya.
Definisi bullying selain diatas adalah kegiaatan yang dilakukan dengan tujuan memojokan orang lain dengan nada merendahkan, mengolok-olok sampai berbuat kekerasan fisik.
Seringkali Bullying terjadi bukan karena disebabkan konflik atau sedang emosi yang tidak selesai, tetapi akan lebih mengarah kepada rasa merasa paling kuat dan memiliki hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena kepada orang lain. 



Penanganan yang bisa dilakukan oleh guru:
1. Usahakan mendapat kejelasan mengenai apa yang terjadi. Tekankan bahwa kejadian tersebut bukan kesalahannya.
2. Bantu anak mengatasi ketidaknyamanan yang ia rasakan, jelaskan apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi. Pastikan anda menerangkan dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti anak. JANGAN PERNAH MENYALAHKAN ANAK atas tindakan bullying yang ia alami.
3. Mintalah bantuan pihak ketiga (guru atau ahli profesional) untuk membantu mengembalikan anak ke kondisi normal, jika dirasakan perlu. Untuk itu bukalah mata dan hati Anda sebagai orang tua. Jangan tabu untuk mendengarkan masukan pihak lain.
4. Amati perilaku dan emosi anak anda, bahkan ketika kejadian bully yang ia alami sudah lama berlalu (ingat bahwa biasanya korban menyimpan dendam dan potensial menjadi pelaku di kemudian waktu). Bekerja samalah dengan pihak sekolah (guru). Mintalah mereka membantu dan mengamati bila ada perubahan emosi atau fisik anak anda. Waspadai perbedaan ekspresi agresi yang berbeda yang ditunjukkan anak anda di rumah dan di sekolah (ada atau tidak ada orang tua / guru / pengasuh).
5. Binalah kedekatan dengan teman-teman anak anda. Cermati cerita mereka tentang anak anda. Waspadai perubahan atau perilaku yang tidak biasa.
6. Minta bantuan pihak ke tiga (guru atau ahli profesional) untuk menangani pelaku. 
 
Pencegahan buat anak yang menjadi korban bullying:

1. Bekali anak dengan kemampuan untuk membela dirinya sendiri, terutama ketika tidak ada orang dewasa/ guru/ orang tua yang berada di dekatnya. Ini berguna untuk pertahanan diri anak dalam segala situasi mengancam atau berbahaya, tidak saja dalam kasus bullying. Pertahanan diri ini dapat berbentuk fisik dan psikis.
Pertahanan diri Fisik : bela diri, berenang, kemampuan motorik yang baik (bersepeda, berlari), kesehatan yang prima.
Pertahanan diri Psikis : rasa percaya diri, berani, berakal sehat, kemampuan analisa sederhana, kemampuan melihat situasi (sederhana), kemampuan menyelesaikan masalah.
2. Bekali anak dengan kemampuan menghadapi beragam situasi tidak menyenangkan yang mungkin ia alami dalam kehidupannya. Untuk itu, selain kemampuan mempertahankan diri secara psikis seperti yang dijelaskan di no. 1a. Maka yang diperlukan adalah kemampuan anak untuk bertoleransi terhadap beragam kejadian. Sesekali membiarkan (namun tetap mendampingi) anak merasakan kekecewaan, akan melatih toleransi dirinya.
3. Walau anak sudah diajarkan untuk mempertahankan diri dan dibekali kemampuan agar tidak menjadi korban tindak kekerasan, tetap beritahukan anak kemana ia dapat melaporkan atau meminta pertolongan atas tindakan kekerasan yang ia alami (bukan saja bullying). Terutama tindakan yang tidak dapat ia tangani atau tindakan yang terus berlangsung walau sudah diupayakan untuk tidak terulang.
4. Upayakan anak mempunyai kemampuan sosialisasi yang baik dengan sebaya atau dengan orang yang lebih tua.
Dampak Negatif Bullying
  • Menimbulkan berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur. Masalah tersebut bisa jadi akan terbawa hingga korban dewasa.
  • Mengalami keluhan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot
  • Merasa tidak aman ketika berada di lingkungan
  • Mengurangi semangat belajar dan bahkan prestasi menjadi menurun
  • Dalam kasus yang langka, korban bullying akan menunjukkan sifat kekerasan.
  • Kecemasan
  • Gangguan psikosomatis
  • Gangguan psikiatris
  • Depresi
Dampak Positif Bullying
  • Lebih kuat dan tegar dalam menghadapi masalah
  • Lebih termotivasi untuk menunjukan potensi supaya tidak direndahkan lagi
  • Termotivasi untuk melakukan introspeksi diri.
Penyebab Bullying
  • Terdapat rasa ingin berkuasa
  • Akibat kurang perhatian dari orang sekitar
  • Pelaku pernah menjadi korban kekerasan
  • Akibat sering berkelahi
  • Akibat meniru perbuatan kekerasan dari film atau game
  • Dan lain-lain
Bentuk-Bentuk Bullying
Penindasan Fisik
Bentuk penindasan atau bullying ini dilakukan secara kontak yang mengakibatkan sakit fisik, luka, cedera atau menderita fisik lainnya. Contoh bentuk bullying secara fisik adalah memukul, menendang dan lain sebagainya.
Penindasan Psikologis
Bentuk penindasan ini mengakibatkan trauma psikologis, perasaan takut, depresi, kecemasan, stress dan juga gusar bagi yang menerima bullying.

Kamis, 31 Januari 2019

Tawuran

Tawuran (atau tubir) adalah bentuk dari kekerasan antar geng sekolah dalam masyarakat urban di Indonesia. Wirumoto, sosiolog Indonesia, berpendapat bahwa tindakan tersebut sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress selama ujian. W. D. Mansur juga berpendapat bahwa tindakan tersebut terjadi bukan akibat dari faktor pribadi, melainkan berasal dari pengaruh lingkungan di sekitar serta prasangka dari masyarakat.

Tawuran dapat menyebabkan korban luka hingga kematian. Pada tahun 2013 Al Jazeera melaporkan adanya peningkatan penggunaan cairan keras dalam tawuran, pada akhirnya menyebabkan banyak jatuh korban jiwa.
Faktor penyebab tawuran biasanya adalah remaja tumbuh dalan keluarga yang kurang harmonis dan kurang kasih sayang sehingga remaja cenderung menjadi provokator dan mencari perhatian di luar.
Remaja yang model bertemannya dengan remaja yang perilaku tidak baik biasanya cenderung membolos dan melanggar peraturan sekolah, pada anak laki-laki cenderung ingin berperan sebagai pahlawan sehingga ketika ada temannya yang diganggu maka remaja tersebut akan melindunginya.
Sekolah biasanya memiliki riwayat memiliki musuh dengan sekolah mana yang biasanya akan berulang untuk tawuran, terkadang narkoba juga menjadi pemicu untuk melakukan tawuran, pada beberapa siswa terkadang ada yang berperilaku seperti preman dengan memalak temannya.
Solusi yang bisa dilakukan adalah:
1. Orangtua idealnya jadi model yang baik bagi anak dan membuka komunikasi dengan anak secara baik,
2. Di sekolah buatlah aturan yang jelas dan tegas sehingga anak mampu untuk beradaptasi dengan aturan tersebut,
3. Sebagai guru idealnya tidak pilih kasih dan memberi perhatian terhadap semua siswa sesuai porsinya,
4. Buatkan ruang dan aktifitas siswa supaya mereka dapat menyalurkan minatnya dengan baik,
5. Libatkan remaja dalam kegiatan yang bersifat sosial sehingga mereka mampu untuk empati.

Selasa, 29 Januari 2019

Puting Beliung


Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis lain dengan ukuran lebih besar yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.




Proses Terjadinya Angin Puting Beliung : 
.
  1. Fase dewasa atau masak – Dalam fase ini, titik-titik air yang tidak lagi tertahan oleh udara akan naik menuju puncak awan. Hujan kemudian akan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara yang naik dan yang turun. Pada fase ini, temperatur massa udara yang turun memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan udara disekelilingnya. Pada arus udara yang naik ataupun turun dapat timbul arus geser yang memuntir lalu membentuk pusaran. Arus udara yang berputar semakin lama semakin cepat akan membentuk sebuah siklon yang “menjilat” bumi atau yang disebut pula dengan angin puting beliung.  Angin puting beliung, dapat disertai dengan hujan yang deras dan membentuk pancaran air.
  2. Fase punah – Dalam masa punah, tidak ada massa udara yang naik namun massa udara akan meluas di seluruh awan. Pada akhirnya proses terjadinya awan mengalami kondensasi akan berhenti dan udara turun melemah sehingga pertumbuhan awan akan berakhir.
Ciri-Ciri Angin Puting Beliung :
  • Udara yang terasa panas hingga menyebabkan gerah
  • Di langit ada pertumbuhan awan atau awan putih yang membentuk gerombolan berlapis-lapis
  • Di antara banyaknya awan kumulus tersebut, ada salah satu jenis jenis awan yang memiliki batas tepi dengan warna abu-abu yang sangat jelas. Awan tersebut tampak menjulang tinggi yang jika dilihat akan berbentuk mirip dengan bunga kol
  • Awan berubah warna secara tiba-tiba dari warna putih menjadi warna hitam pekat layaknya awan cumulonimbus
  • Ketika angin kencang akan datang, ranting pohon serta daun bergoyang tertiup angin
  • masyarakat harus selalu waspada terutama pada periode durasi Pembentukan awan hingga fase awan punah. Hal ini biasanya berlangsung sekitar 1 jam.
Dampak Angin Puting Beliung :
  • Kerusakan pada rumah serta infrastruktur pada suatu daeah
  • Dalam kasus puting beliung ada beberapa yang kasus yang menimbulkan korban jiwa
  • Menimbulkan kerugian material
  • Merusak kebun-kebun warga
  • Menciptakan banyak puing-puing dari kerusakan materi serta sampah yang berserakan
  • Dapat menganggu jalannya ekonomi